• LOGO UNPAD

  • Kalender

    Oktober 2016
    M S S R K J S
    « Apr    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Kampus Dago 4 Bandung

  • Pintu Gerbang Kampus Jatinangor

  • Arsip

  • Reuni Akbar Pertama

    Acara Reuni pertama Biologi D3 Unpad tahun 1987, berlangsung pada hari Minggu tanggal 09 Juli 2006, dihadiri oleh 20 orang alumnus. Alhamdulilah berjalan sukses, terima kasih kepada teman-teman panitia yang sudah bersusah payah untuk terselenggaranya acara ini. Kapan reunian lagi ? Alumnus luar jawa yang hadir a.l : Panji Priatna (NTB), Diah Kustinah ( Lahat )
  • free counters

Sekedar Nolgalgia Leuweung Sancang 1990-2012

Kondisi Kawasan

Berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 370/Kpts/Um/6/1978 tgl. 9-6-1978 Leuweung Sancang ditetapkan sebagai Cagar Alam seluas 2.157 Ha. Kemudian berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 682/Kpts-II/1990 tanggal 17 Nopember 1990 ditetapkan Cagar Alam Laut Sancang dengan luas 1.150 Ha memanjang dari muara sungai Cimerak sampai muara sungai Cikaengang Secara administrasi pemerintahan terletak di Desa Sancang, Sagara, Karyamukti dan Karyasari Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Topografi kawasan merupakan kombinasi dataran landai dan perbukitan, ke arah Selatan dan Barat umumnya landai dan ke arah timur berbukit dengan ketinggian antara 0 – 175 m dpl. Berdasarkan Schmidt dan Ferguson termasuk ke dalam type iklim B dengan nilai Q 24,19mlah bulan basah

Potensi Biotik

Potensi : sebagaian besar dasar pantai berkarang dan berpasir, yang didominasi oleh jenis Seagrass Cymodocea sp. Fauna : Rusa ( Cervus timorensis ), Merak ( Pavo muticuc ), Burung Julang ( Aceros undulatus ), Macan Tutul ( Panthera pardus ) dll, Fauna karang : yang ditemukan antara lain Spongia sp, Leptosens sp, Favia sp, Goniopora sp, dan jenis ikan hias antara lain : Chaetodon sp dan Labroides sp. Flora : Palahlar ( Diptocaipus sp ) yaitu yang satu-satunya yang ada pulau Jawa , Kaboa ( Lumnftzera racemosa ) yaitu tumbuhan khas sancang , Warejit ( Excoecoria ocha ) dan rumput-rumputan.

Aksesibilitas

CA/CA Laut Leuweung Sancang dapat ditempuh melalui rute :

  • Bandung – Garut – Pameungpeuk – Lokasi (+ 159 Km) dengan kondisi jalan cukup baik.

Sumber : http://bbksda-jabar.dephut.go.id/?q=node/67

Disunting oleh : Panji Priatna

Model Pembelajaran

oleh: Akhmad Sudrajat

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :

Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

Sumber:

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.

Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran

INFO REUNI UNPAD D3 SEMUA ANGKATAN/JURUSAN

Assalamualaikum…selamat pagi…salam sejahtera…
Melalui FB ini, kami Panitia Reuni Akbar 2011 D3 FMIPA UNPAD
mengundang Akang/Teteh untuk dapat hadir pada :
Hari/tanggal : Sabtu , 9 Juli 2011
Tempat : Kampus Dago 4
Jl. Ir. H. Juanda No. 4 Bandung
Waktu : 09.30 s/d 14.00
Acara : Temu Kangen Alumni D3 FMIPA UNPAD
untuk membantu kelancaran terselenggaranya kegiatan tersebut, dibutuhkan biaya, besarnya biaya partisipasi yang sudah disepakati sebesar Rp 150.000,-/orang.
dapat di transfer ke Bank Mandiri Cab. Cimahi a/n TOHARI DIANA no. rek :132-00-1125299-7 , paling lambat kami terima tgl. 24 Juni 2011.
untuk konfirmasi bisa menghubungi no tlp. 085720756098 dan 085624220405 (Eva Safariyani), 085220253771 (Tohari Diana) , 085659238572 (Ujang Rohaya).
Mohon bantuan akang/teteh untuk memberitahukan hal ini kepada rekan-rekaan alumni yang lain yang tidak memiliki akun FB.
surat bisa dialamatkan ke sekretariat SMPN 2 CIMAHI, Jl. Jendral Sudirman 152 Cimahi 40521.
demikian undangan ini kami sampaikan.
atas partisipasi dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
ttd
sekretaris dan ketua.

Rangkuman Alumni d3 Biologi

1.       Neni mulyani bio 87 sman 8 garut , 081320671626/0262242474,

2.       ucup supriyatna, bio 87, dinas pendidikan kab.ketapang kalbar, 081522613130,

3.       mulyantini(teti), bio 87, sman 5 Cimahi, 081572665656/0226641196

4.       slamet hanapi, bio 87, sman 1 beber Cirebon,081320457698/0232616226(kantor)

5.       Selly lestari, bio 87, sman 1 cileunyi bandung, 08170211969/0227312007/0227805592

6.       Panji priatna dan sih umiyati, bio 87, sman 18 garut, 081912335969/081912365468

7.       Siti nurliah(nunung), bio 87, sman 16 bandung, 081320729345/0227101902

8.       Nana sobana, bio 87, smpn 2 ciparay bandung, 081910597202

9.       Liza rosmaniar, bio 87, man 1 bandung, 081320055136/02270808322

10.   Lilis suharah, bio 87, -, 02155791178

11.   Iyet rohayat, bio 87, smpn 1 jatinangor, 081346597244

12.   Irmayanti, bio 87, sman 1 talaga majalengka, 081320598279/023319373

13.   Intan margaretha Fatimah, bio 87, sman 1 katapang bandung, 08132055343

14.   Husni taufik, bio 87, sman 1 ciparay bandung, 08122179978/0225950861

15.   Enung karmila, bio 87, -, 08122048058/0226623674

16.   Eti suhaeti, bio 87, sman 6 tasikmalaya, 081323803337/02657077035

17.   Enok emma nuroniah, bio 87, sman 7 tasikmalaya, 081546800739/0265323584

18.   Diah kustinah, bio 87, sman 3 lahat, 0731323542

19.   Dadan rohandian, bio 87, sman bandung, 0818624755/02271012461

20.   Cecep hidayat, bio 87, sman tomo sumedang, 085222697167/0233662615

21.   Tarhidin, bio 87, man…karawang, 085692689072

22.   Ndede mulyati, bio 87, sman situraja sumedang,085224517378

23.   Hedi hatadi, bio 87, sman 1 narmada ntb, 08175789821

24.   Jeje jaelani, fis 88, sman 15 garut, 081323838205

25.   Rustikawati, mat 87, sman 15 garut, –

26.   Yayu rohayati, fis 87, sman 6 garut, –

27.   Titi h, bio 90, smpn 12 mataram, 081803610637/0370645513

28.   Dinamik karno, bio 86, -, 081321268267

29.   Haruman taufik k, kim 86, sman 1 cianjur, 08175760255

30.   Cori choirotunnisa, bio 87, sman 5 bekasi, 081394180068/087883316753/02170976574

31.   Neni susiawati, bio 87,-,-,email: neni.susiawati@yahoo.com

N.Dede Mulyati

Nama        : N. Dede Mulyati
Nama suami    : Ade Sunardi,
Nama Anak    : Fajar R, Syahrul M, Bella I.
Alamat Rumah    : Jln Raya Situraja No. 264 Situraja Sumedang,
No telp        : 085224517378
Tempet Tugas    : SMAN Situraja Smd, Jln Kaum No 14 Situraja ,

Hedi Hatadi

Hedi Hatadi n family

Kang Hedi ini dilahirkandi Kota tahu Sumedang pada tanggal 13 Desember 1968, ditugaskan di SMA Negeri 1 Narmada

Lombok Barat Nusa Tenggara Barat, baru punya momongan satu, isteri satu……(mantan siswanya hehe..) No Hp 08175789821

Info Wisata Lombok

Untuk sekedar bernostalgia dengan Pulau Lombok nan elok, saya ingin menampilkan kepada semuanya, bahwa \pulau \lombok itu begitu indah dan mempesona. Betapa tidak selama enambelas tahun saya mengembara di P.Lombok, terasa kangen bila mengingtnya. Ingin rasanya aku berkunjung lagi ke Lombok setelah setahun lebih aku meninggalkannya. Untuk mengelilingi dan bernostalgia diantaranya dapat kalian kunjungi website di bawah ini.

Panji Priatna, S.Pd.

1991 – 2007 bertugas di SMAN 4 Mataram

2007- sekarang bertugas di SMAN 1 Karangpawitan Kab Garut Jawa Barat

http://www.lombok-travel.com/indo_tur_lombok.php

http://wisata-lombok.com/tujuanwisata.php